Perundungan siber bisa berujung bunuh diri

Perundungan-siber-bisa-berujung-bunuh-diri

Perundungan siber bisa berujung bunuh diri

Perundungan-siber-bisa-berujung-bunuh-diri

Psikolog Iqbal Maesa Febriawan dari Into The Light, sebuah komunitas yang berfokus pada upaya pencegahan bunuh diri dan kesehatan mental kaum muda, mengatakan bahwa penyalahgunaan dunia maya dapat menyebabkan bunuh diri.

Berdasarkan penelitian oleh Patchin dan Hinduja dari Pusat Penelitian Cyberbullying

, ada 5,5 hingga 72 persen korban pelecehan cyber di seluruh dunia dengan rata-rata global 24,4 persen.

“Jika ini berlaku untuk populasi kaum muda, bayangkan lebih dari seperempat atau satu dari empat remaja yang mengalami pelecehan cyber. Jika Anda memiliki empat teman terdekat, salah satu dari mereka mungkin menjadi korban pelecehan cyber.” Iqbal mengatakan dalam sebuah diskusi tentang penyalahgunaan cyber di pusat budaya A.america, Jakarta, AS.

Dalam studi pelecehan cyber, Iqbal menjelaskan dua hal yang menemukan efek

konsisten pada korban pelecehan cyber.

“Pertama, korban pelecehan cyber harus mengalami penurunan akademik, hak kekayaan intelektual mereka menurun, dan kredensial mereka menurun. Penelitian menunjukkan bahwa korban pelecehan cyber akan menunjukkan perilaku berisiko, seperti penggunaan narkoba,” kata Iqbal.

“Jadi tidak jauh berbeda dari apa yang dapat Anda temukan dengan pelecehan tradisional,” lanjutnya.

Selain itu, bahkan korban pelecehan dunia maya dapat menyebabkan bunuh diri.

“Secara statistik, ternyata 1,5 hingga 2,3 kali probabilitas atau probabilitas seseorang atau korban pelecehan cyber akan bunuh diri dibandingkan dengan korban pelecehan tradisional,” kata Iqbal.

“Jadi, dapat Anda bayangkan bahwa orang yang hanya mengirim komentar jahat

atau hanya mengedit foto yang tidak sesuai dapat mengarahkan orang lain ke akhir hidup mereka, dan angka ini 1,5 hingga 2,3 kali lebih tinggi,” tambahnya.

 

sumber :

https://droidlover.com/

https://siti.co.id/