BPPT: prastudi kereta semi cepat Jakarta-Surabaya berlanjut

BPPT-prastudi-kereta-semi-cepat-Jakarta-Surabaya-berlanjut

BPPT: prastudi kereta semi cepat Jakarta-Surabaya berlanjut

BPPT-prastudi-kereta-semi-cepat-Jakarta-Surabaya-berlanjut

Badan Penilai dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melakukan pra-studi semua aspek pengembangan peningkatan kecepatan kereta hingga akhir Desember 2017 hingga koridor Jakarta-Surabaya.

“Prastudinya masih berlangsung, mungkin berubah, tetapi harus diselesaikan pada akhir Desember,” kata pemimpin BPPT Unggul Priyanto pada Seminar Percepatan Kereta Api di Koridor Jakarta-Surabaya di Kompleks Pascasarjana Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, pada Kamis.

Unggul Priyanto berharap studi ini akan menjadi solusi agar kereta Jakarta-Surabaya dapat mengurangi beban transportasi darat dan udara. Ke depan, kereta ini diharapkan menjadi alat transportasi bagi masyarakat.

Bersama dengan Badan Korporasi Internasional Jepang (JICA), BPPT melakukan studi pra-kelayakan untuk merevitalisasi jalur kereta api Jakarta-Surabaya. Namun, studi ini belum dilanjutkan, sehingga dibutuhkan lebih banyak waktu untuk membuat skenario yang memenuhi kebutuhan Indonesia saat ini.

Karena itu ia berharap bahwa seminar ini akan membantu perwakilan dari berbagai kelompok kepentingan untuk berkontribusi sehingga skenario yang paling cocok ditemukan dan tidak ada perdebatan lebih lanjut terjadi di masyarakat ketika pembangunan dilakukan.

5 jam

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pada kesempatan yang sama bahwa seminar tersebut merupakan upaya untuk menemukan opsi terbaik yang dapat diterima sebagai proposal pada rapat kabinet berikutnya.

Menurutnya, BPPT dan JICA harus belajar lebih lanjut untuk mendapatkan skenario yang benar-benar cocok dari perspektif yang berbeda, terutama dalam waktu keuangan dan perjalanan untuk kereta cepat.

Budi Karya Sumadi berharap bahwa skenario yang dibuat dari seminar di Yogyakarta

dapat memungkinkan keputusan teknologi yang cerdas, cepat dan ekonomis.

Dia memberikan spesifikasi sehingga kereta cepat Jakarta-Surabaya dapat dicapai dalam waktu sekitar lima jam 30 menit atau bahkan lebih cepat. Dengan perhitungan dana Rp 60 triliun.

“Jakarta-Surabaya dilayani oleh Argo Bromo dengan waktu tempuh sembilan jam. Kami ingin mempercepat hingga 5,30 jam. Ini adalah pemikiran dan kebutuhan tim studi untuk mencapai ini. Ini juga merupakan visi dan misi Presiden untuk meningkatkan daya saing nasional, “lanjutnya.

Pada kesempatan ini, ia juga diminta mempertimbangkan aspek sosial dan tingkat konten domestik

(TKDN) selain melakukan studi infrastruktur. Karena itu, seperti yang dicatat oleh kepala BPPT, pembangunan infrastruktur juga harus berdampak pada kemajuan industri di negara ini.

Seminar ini merupakan bagian dari studi kelayakan yang mendukung proyek strategis nasional sesuai dengan Peraturan Presiden No. 58 Tahun 2017 tentang pengembangan infrastruktur dan fasilitas Kereta Api Antar Kota dari Jakarta ke Surabaya.

Selain itu, BPPT telah bekerja sebagai mitra Kementerian Perhubungan

sejalan dengan fungsi utamanya sebagai lembaga penilaian teknologi, yang akan digunakan khususnya dalam studi pra-kelayakan untuk meningkatkan kecepatan kereta api koridor Jakarta-Surabaya, termasuk studi tentang perencanaan lalu lintas, struktur kereta api, struktur jembatan, fasilitas kereta api, pengembangan berorientasi transit (TOD), elektrifikasi, pensinyalan telekomunikasi, depot kereta api, urusan lingkungan dan sosial, analisis kelayakan dan rencana implementasi proyek, fotografi udara LIDAR yang dirujuk secara geografi, geolistrik survei, survei kepemilikan tanah dan tingkat konten domestik potensial (TKDN).

 

sumber :